Rabu, 20 Agustus 2014

Kata Kata Bijak Islami Tentang Cinta

Kata Kata Bijak Islami Tentang Cinta
Sebelum membaca artikel Kata-kata bijak islami tentang cinta, marilah kita berlindung kepada Alloh SWT dari iblis dan godaan syetan yang terkutuk. Karena luar biasa syetan tak henti-hentinya menggoda manusia, hingga terjerumus dalam lubang kehinaan.
Nah, didalam artikel ini mengandung kata-kata bijak islami tentang cinta. Tetapi yang dimaksud adalah cinta yang ada kaitannya dengan nur cahaya islami atau Ketuhanan. oleh sebab itu, makanya tadi diatas telah disebutkan bahwa sebelum kita membaca artikel ini, harus mempunyai sikap tegas terhadap diri kita sendiri.
                Karena apa?... Tak sedikit manusia tergelincir didalam lautan samudra cinta yang palsu. Dengan itu, ada beberapa wasiat dari Guru kita Imam Al Ghozali yaitu kata-kata mutiara yang sangat bijak dan islami sekali berkenaan dengan cinta-mencintai, berhubung cinta banyak yang salah kaprah.
Sahabat renungkan hikayat berikut ini,
 Yaitu bahwa Syekh Hatim Al Ashom ia murid Syekh Syaqiq Al balkhi semoga mereka senantiasa dalam rahmat Alloh, pada suatu hari Syekh Syaqiq bertannya kepada Syekh Hatim selaku muridnya: “Sudah 30 tahun kamu bersamaku, apa yang kamu dapat dariku?”. Hatim menjawab; “Ada 8 faidah ilmu yang ku dapatkan, dan itu cukup bagiku, karena aku berharap ini dapat menyelamatkanku di akhirat kelak”.
“Apa itu?”, Tanya Syekh Syaqiq. Hatim menjawab lagi:
Aku berfikir bahwa semua manusia didunia ini mempunyai kekasih yang sangat di cintai dan dirindukan, tapi yang dicinta itu ada yang menemaninya sampai dia sakit menjelang kematian, dan ada pula yang menemaninya sampai ke pinggir pusara (kuburan) kemudian semuanya kembali dan meninggalkan dia sendiri didalam kubur. Aku berfikir dan berkata bahwa ; yang paling baik untuk dicinta itu adalah seseorang yang dapat menemani ke dalam kubur dan dapat menghiburnya disitu, kemudian aku tidak menemukan seseorang itu kecuali amal soleh, maka inilah yang akan kujadikan kekasihku agar dapat menjadi penerang di kuburku, dan dapat menghiburku ketika aku sendiri disitu.
Semua manusia kehendaknya sendiri dan berlomba –lomba mengejar keinginanya, aku berfikir tentang firman Alloh:
Artinya, “Dan adapun orang yang takut kepada Alloh dan dapat mengekang nafsu keinginannya, maka sesungguhnya surgalah tempat kembaliny”.
Aku yakin bahwa Al quran adalah hak dan benar, maka secepatnya aku menahan nafsuku, sehingga dia rido di ajak berbakti kepada Alloh dan dia menurut.
Semua orang berusaha mengumpulkan harta dunia, kemudian mereka memegangnya erat-erat, lantas aku berfikir tentang firman Alloh yang artinya: “Apa yang ada padamu akan habis,tapi yang di pakai dijalan Alloh akan kekal dan abadi”. Maka semua penghasilanku, harta duniaku, aku serahkan semuanya dijalan Alloh, aku bagikan kepada fakir miskin, agar menjadi simpanan berharga bagiku di akhirat kelak
Aku melihat sebagian manusia menyangka bahwa kemuliaan dan keagungan adalah dengan banyaknuya pengikut, maka mereka tertipu. Sebagian lagi menyangka bahwa kebahagiaan itu adalah menggasab gharta orang, mendlolimi dan menghancurkan darahnya, bahkan ada sebahagian yang meyakini bahwa kebahagiaan itu adalah dengan menghamburkan harta. Maka, aku memilih taqwa dan aku yakinbahwa Al quran adalah hak dan benar, sedangkan prasangka dan praduga mereka semuanya batal dan bohong.
Aku melihat banyak orang yang saling menggugat, saling cela-mencela, mencaci, dan mengupat dan aku temukandasarnya adalah “hasud”
Aku melihat manusia itu saling bermusuhankarena ada beberapa sebab dan perbedaan tujuan, lalu aku berfikir tentang ayat Alloh yang artinya: “Sungguh syetan itu musuh bagi kamu sekalian, maka jadikanlah ia musuh sejati”. Maka aku yakin, tidak boleh ada permusuhan kecuali dengan syetan.
Aku melihat setiap orang bekerja dengan sungguh-sungguh berusaha sekuat tenaga untuk bekal kehidupannya, sehingga banyak yang tidak peduli dengan syubhat, haram, bahkan menghinakan kehormatan dirinya demi uang, padahal Alloh berfirman: “Tidak ada yang berjalan dimuka bumi ini keculaidi tanggung rizkinya oleh Alloh”. Maka aku yakin rizkiku di tanggung oleh Alloh sehingga aku bisa khusyu beribadah dan aku memutuskan kepada makhluk selain Alloh.
Aku melihat setiap orang  bersandar kepada sesuatu yang di ciptakan Alloh, ada yang bersandar kepada uang, kekuasaan, pekerjaan, kerajinan, da nada juga yang bersandar kepada sesamanya, kepada keluarga atau kepada kerabatnya, aku berfikir tentang firman Alloh: “Barang siapa yang menyerahkan segal urusannya kepada Alloh, maka Dia akan mencukupi segala kebutuhannya, sesungguhnya Alloh akan melaksanakan kehendaknya,  Alloh akan telah menjadikan sesuatu ukuran tertentu”. Maka aku berserah diri kepada, Alloh yang mencukupiku, dan hanya Dia yang berhak mewakiliku.
Dari kisah atau hikayat diatas dapat kita petik hikmah dari kata-kata bijak islami tentang cinta.